akhirnya finish juga

setelah berjalannya waktu yang cukup lama, gedung utama akhirnya sampai pada finish pembangunannya. gedung yang memiliki tiga tingkat itu kini terlihat kokoh dengan warna coklat muda yang berliskan warna orange. ditambah lagi logo Ponpes Al Mujahidin yang menempel didepan bangunan tersebut, membuat mata terpana melihat kemegahannya.

BEFORE

Image

AFTER

dari samping

Image

dari depan

Image

 

MUJAHIDIN POST, gebrakan terbaru

MUJOCO (MUJAHIDIN JOURNALIST COMMUNITY), kini kembali membuat gebrakan baru dalam mempublikasikan berita-berita yang diliris dari dalam dan luar pondok. gebrakan baru ini dikenalkan oleh Kak RAHIMAN, dalam sebuah kesempatan Kak RAHIMAN berkata: “keterbatasan itu jangan dijadikan penghalang untuk kita berkreasi.!! begitu banyak hal yang bisa lakukan, maka semangatlah dalam berkreasi.!”
inilah beberapa contoh MUPOST(MUJAHIDIN POST), media pempublikasian MUJOCO terbaru, yang kini sudah ke edisi 11.edisi 11

Slide1

Slide2

Slide3

Kehebohan El muja di Jamran 2013

JAMRAN BALIKPAPAN UTARA 2013
Kehebohan action anak-anak scout el muja kali ini dapat menggoncang para peserta dan panitia.
kekompakan merekalah yang menyebabkan semua mata tersihir untuk memberi jempol mantaaap..
inilah nama anak-anak kontingan kita:
Aji Ahmad Affandi
Muh. Fawwaz Syafiq R
Ikhwan M. Ridho
Yudhistira
Falihul Mufid
Revidi Risky Chaniago
Rama Nasrullah
Akmad Khozim
Bagas Ilham Y
Khafilah Ulhaq
Marsha Salsabila
Ayu Kurnia
Alisya Amalia
Andi Ika
Salsabila A
Rihlatul Jannah
Nur Amalia
Sakinah Az-Zahra
Fatimah Az-Zahra
Annisa Nur Fatimah
Bindam:
Ulil amri rasyid
Muhammad firdaus
Niken Ratna
Nur Hidayah

Kesuksesan dan kekompakan itu ternyata tidak luput dari campur tangan dan binaan daripada para kakak pelatih mereka yang cool abiees..THREE MAN yah, itulah sebutan bagi kakak pembina mereka yang cool abies itu.
Sukses el muja….!!
SAM_1991

SAM_1977

SAM_1989

538992_596096603785318_1375874441_n

Sekilas tentang Mencom

Sekilas Tentang Mencom

Mencom itu kepanjangan dari “mujahidin environment community” , yaitu suatu kegiatan komunitas pecinta kebersihan dan lingkungan yang awalnya bergerak untuk lingkungan sekolah yang kemudian diresmikan menjadi sebuah ekskul di pondok pesantren ini.
Sejarah singkat dari mencom
Mencom terbentuk kurang lebih pada tahun 2011, adanya kegiatan ini bermula dari pembaharuan sebuah ekskul yang dikenal dengan nama agrobisnis. Yaitu sebuah ekskul yang di ketuai oleh Hamdi rosidi dan di bantu oleh rekan-rekannya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan alam ataupun lingkungan sekitar. Namum kinerja dari sang ketua masih kurang efektif sehingga kegiatan yang di lakukanpun masih dibilang apa kadarnya. Akan tetapi ada sosok pejuang yang peduli dan aktif dalam kebersihan yaitu Abdul Gani, ia mempelopori aktifnya kegiatan agrobisnis tersebut dan banyak dari kalangan siswa yang tertarik dan bergabung dalam komunitas ekskul agrobisnis tersebut. Kegiatan di adakan setiap hari sabtu dan minggu sore, kegiatan ini serentak dilakukan oleh siswa putra dan putri untuk bekerja sama membersihkan serta merapikan dan merawat lingkungan sekitar pondok pesantren Al-Mujahidin Balikpapan.
Selang waktu beberapa bulan kemudian, dua siswa SMAM 2 Al-Mujahidin Balikpapan pulang dari kegiatan pertukaran pelajar ke Amerika yang di selenggarakan oleh perusahaan AMINEF. Dengan ide dan gagasan yan mereka dapat dari sebuah pembelajaran di Amerika Serikat tentang lingkungan, mereka memberikan usul untuk bergabung bersama agrobisnis dan mengusulkan pembaharuan nama menjadi MENCOM (mujahidin environment community). Usul dari mereka mendapat apresiasi yang sangat besar dari anggota agrobisnis dan terbentuklah suatu komunitas yang disebut mencom. Mencom mencangkup ruang lingkup yang sangat luas dan besar, kegiatannya pun lebih banyak dan menarik seperti: pelestaian tanaman, pembuatan pupuk kompos, bercocok tanam, menjaga kebersihan lingkungan dan lain-lain.

Aktifitas Terbaru Mencom Akhir-akhir Ini

Aktifitas terbaru dari eskul ini yaitu belajar tentang budi-daya jamur (22/9). Program yang cukup menarik ini membuat kita dapat berfikir lebih dalam untuk membudi-dayakan jamur, kegiatan ini dilaksanakan di km.15 HLSW (Hutan Lindung Sungai Wain) dengan narasumber seorang lelaki yang akrab dipanggil “pak Inding”. Beliau menjelaskan bagaimana pelaksanaan dan proses membudi-dayakan jamur dari awal hingga akhir. Siswa yang tergabung dalam anggota mencom mengamati dan memahami dengan seksama mulai dari mencatat materi, prosdur, tata cara hingga berpartisipasi mempraktekkannya. Kegiatan yang dilaksanakan dari minggu pagi hingga siang itu memberikan pengetahuan yang baru bagi anggota yang berpartisipasi mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan dengan harapan dapat menarik minat para santri untuk mengenal, mengetahui dan peduli akan alam dan lingkungan sekitarnya.
mencom

PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu)

Pramuka saat ini merupakan ekskul yang wajib bagi seluruh santri, dan baru-baru ini pramuka mengadakan kegiatan persami (perkemahan sabtu minggu) dengan tema pengukuhan (peresmian) anggota baru pramuka. Dan perkemahan ini juga bertujuan untuk menarik minat siswa-siswi yang masih terpaksa mengikutinya. Kemah persami kali ini diselenggarakan diwilayah milik pesantren sendiri, yakni dilapangan bola yang masih dalam tahap pengerjaan. Awalnya mengetahui lokasi kemah saja para koordinator termasuk peserta sudah mengeluh karna jarak yang terlalu dekat dengan asrama. Sholat, mandi dan makanpun diasrama, hingga ada beberapa yang berkomentar “ini namanya Cuma pindah tidur doang”.
Seperti perkiraan ketua panitia pasti jadwal akan banyak terhambat dengan para peserta yang harus meniggalkan buper (bumi perkemahan) untuk istirahat, dan hal itu memang benar terjadi terlebih saat dapur yang lambat buka pada minggu pagi meski sudah dipesan untuk dibuka lebih cepat oleh Ust. Syaifullah. Karna banyaknya peserta yang melebihi 270 orang memaksa koordinator untuk meminta bantuan dan membentuk tim sangga kerja dari pihak SMP dan SMA kelas 3 sebagai tim resmi untuk membantu jalannya perkemahan, namun tidak seluruhnya membantu dengan maksimal. Tetapi jajaran koordinator tetap mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh tim sangga kerja terutama dari pihak SMP yang dengan ikhlas membantu mulai dari persiapan hingga pelaksanaan kemah.
Sering kita dengar kalimat “tidak ada yang sempurna”, begitupun pelaksanaan kemah ini. Cukup banyak kegiatan yang tidak sesuai dengan target meskipun sang ketua panitia sudah membentuk penanggung jawab dari masing-masing kegiatan, dengan harapan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan maksimal. Pada kegiatan penutup, sudah sangat jelas dari wajah peserta maupun panitia bagaimana letihnya melaksanakan persami, namun masih ada beberapa orang yang tetap bersemangat untuk menutup kegiatan tersebut. Pada kemah kali ini ada 4 anggota pramuka yang dilantik tingkatannya. Yaitu Nuzulul Azmie (Bantara), Bobby Gilang (Bantara), Muhammad Iqbal (Bantara) dan Annas Syaifulloh (Laksana). Setelah upacara penutupan hadiah dibagikan kepada sangga dan regu terbaik (putra-putri).
persami jadi

Hari Pertamamu

10159_10200612541288505_1096929883_nHari ini adalah hari kedatangan santri baru di pondok pesantren Al-Mujahidin, tidak seperti hari hari biasanya hari yang cukup sibuk bagi panitia penyambutan kedatangan mereka para santri baru. Mulai dari pengurus oppm, MPS, Panitia Pendaftaran sampai tukang parkir sibuk dengan pekerjaannya masing masing. Sebetulnya sy tidak terlalu ambil pusing dengan kesibukan mereka, karena saya sendiri sedang asik dengan pekerjaan saya sendiri dengan membuat lubang lubang plafon untuk downlight di lantai dua gedung serbaguna. Ketika keletihan terasa, saya beristirahat sejenak untuk mencari hembusan angin di pinggir jendela yang belum ada daunnya. Diantara kesibukan kedatangan santri baru di halaman Pondok Pesantren mata saya tertuju pada satu keluarga yang juga mengantarkan salah satu anak laki lakinya. Dari postur tubuhnya kelihatannya masuk SMP, tidak terlalu kecil dibandingkan dengan anak anak yang lainnya. Dari kejauhan saya mencoba mengabadikan gambarnya dengan kamera ponsel saya. Ketertarikan saya karena anak tadi sedang menagis, perkiraan saya kedua orang tua itu berusaha untuk membujuk anaknya agar mau tinggal di Pondok. Ustad Rimun yang ada tak jauh dari situ juga berusaha membujuknya dengan sabar dielus punggung dan kepala anak itu. Setelah itu saya tinggalkan perhatian terhadap keluarga tadi dengan kembali mengerjakan pekerjaan yang  saya tinggalkan sejenak.  Saya teringat beberapa puluh tahun yang lalu seorang anak datang sendiri tanpa diantar oleh kedua orang tuanya, dengan kerelaan hatinya mendaftar dan datang ke pondok dengan semangat belajar untuk mendalami Diinul Islam. Santri tersebut adalah Abdul Aziz Fahroni yang sekarang insyaallah sudah menjadi seorang ayah yang arif dan bijaksana. Semoga hari pertamamu di pondok pesantren Al-Mujahidin akan terkenang suatu saat nanti …