Mimpiku Mengubah Kotaku

Cerpen karya : Arya Praza M
SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Balikpapan
Kelas XI IPA
Masuk Nominasi dalam Lomba menulis cerpen garapan PWI Balikpapan dengan tema Balikpapan Massa Depan (Februari 2012)

Pagi itu matahari bersinar dengan lembut. Telihat semua warga mulai melakukan aktifitasnya masing-masing. Ada yang mulai berdagang, ada yang mengajak jalan anjing piaraannya, ada juga yang sekedar berjalan untuk menikmati udara yang sejuk. Namaku Ari Wijaya Kusuma. Aku adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas di Yogyakarta. Dan sekarang aku harus pergi meninggalkan kota yang indah ini. Aku akan pergi menuju Kalimantan Timur. Tepatnya di Balikpapan. Sebenarnya aku merasa sedih dengan kepergianku. Karena kota ini telah meninggalkan pengalaman yang sangat berharga dalam hidupku.
Aku berjalan menuju sebuah taxi yang telah terparkir di depan rumahku. Sekilas aku memandangi kota tempat aku tinggal ini. Aku memasuki taxi dan kami melaju dengan mulus menuju bandara. Dalam perjalanan aku teringat dengan pengalaman yang aku dapat di kota ini. Kota ini telah sukses menjadikanku sebagai orang yang berkepribadian baik. Dan membuat aku menjadi seorang sarjana terbaik di kota ini. Aku melihat pemandangan yang sangat indah sepanjang perjalanan.
Tak terasa waktu terus berjalan dan aku telah tiba di bandara.
Kakakku menghela nafas karena menjawab pertanyaanku dengan sangat rinci.Aku berfikir, jadi masa depan kota ini bergantung pada keberhasilan proyek jalan tol ini.
Kami bercerita hingga siang hari dan kami mengakhirinya saat mataku mulai mengantuk karena kelelahan. Aku melihat-lihat tempat Koran dan majalah bertumpuk. Karena rasa penasaranku begitu tinggi aku mengambil majalah pembangunan kota Balikpapan. Aku membaca satu-persatu artikel yang tertera dalam majalah tersebut. Ternyata banyak sekali pembangunan yang akan dibuat oleh pemerintah, salah satunya pembuatan jalan tol ini.
Tak terasa sudah satuminggu berlalu. Hari-hari kemarin aku habiskan dengan mengelilingi tempat-tempat menarik yang ada di Balikpapan. Tempat-tempat yang aku jelajahi ialah pantai manggar, BSB, Pertamina dan km13 dimana aku akan bekerja. Aku melihat bahwa di kota ini menyimpan banyak sumber daya alam seperti minyak dan lahan. Jadi masa depan Balikpapan akan menjadi kota yang indah dikarenakan kota-kota besar yang ada di pulau jawa sudah terlalu padat dan ekonomi yang semakin kacau.
Aku dan kakaku pergi ke tempat kerjaku di km13. Saat wawancara aku diberikan beberapa pertanyaan yang cukup mudah ku jawab. Dan aku menjawabnya dengan sangat lancar dan mantap kepada staff itu. ia memakai jas dan berambut rapih. Sesaat kurasa ia sedang menilaiku dan mempertimbangkan keputusannya. Dan di pun tersenyum
”kamu diterima nak. Dan kamu mendapat tugas di bagian pengoprasian tenaga”, ujarnya.
“Terimakasih”, jawabku. Kami berjabat tangan dan aku langsung menuju tempat aku bertugas, yaitu di bagian pengoprasian tenaga.
Setiap harinya aku mengawasi kinerja operator and alat berat. Ternyata pekerjaan yang kujalani tidaklah mudah. Aku bahkan sering mendapat keluhan dari para pekerja. Tetapi dengan keahlianku aku dapat member motifasi mereka dan mereka terus melanjutkan pekerjaannya dengan semangat 45. Aku terus menerus bekerja hingga pekerjaan ini telah mencapai 30 persen. Bagiku proses pengerjaan ini terbilang cepat karena kelancaran dan kejujuran para pekerja.
Sudah tujuh tahun aku menjalani pekerjaanku. Jalan tol yang kami bangun sudah mencapai jarak 63 km dari Balikpapan menuju samarinda. Pagi itu matahari membangunkanku dengan sinarnya yang hangat. Membangunkan aku dari mimpi-mimpiku. Aku bergegas menuju kamarmandi. Setelah membersihkan badanku dengan air yang sangat segar, aku menuju ruang makan untuk sarapan pagi. Terlihat meja makan besar berwarna merah dan ada makanan yang masih panas. Wangi makanan tersebut sangat menggugah selera makanku. Aku langsung menghampiri meja makan dan mengambil piring untuk mengambil makanan yang telah disediakan. Kakak datang dari kamarnya dengan pakaian yang sangat rapih.
“kak mau kemana?”, tanyaku setelah menelan makanan yang kumakan.
“oh… kakak mau ke lahan suami kakak bekerja. Kamu kok nggak kerja?” tanyanya sambil mendekatiku.
“aku libur kak, ayo kak makan bareng…”,aku mengajak sambil tersenyum.
Kami berdua makan bersama. Setelah aku selesai, aku bertanya kepada kakakku. “kak…?”, kataku memanggil.
“apa…?”.
“Kenapa sih kok di Balikpapan ini mmasih banyak lahan yang luas dan pohon masih hijau dan rindang?”,tanyaku.
Di ruangan ini udaranya sangat sejuk. Karena jendela terbuka dan oksigen yang dihasilkan dari pohon yang rindang di sekitar rumah kakakku masuk ke dalam ruangan kami.
“iya, karena pemerintah tidak mengizinkan pembangunan pabrik atau gedung secara besar. Karena akan banyak dampak negatifnya terhadap lingkungan”, jawab kakakku. “kamu tau kan dek? Pemanasan global sudah melanda dunia. Es yang ada di kutub sudah mulai mencari karena pemanasan global. Nah makanya pemerintah menjalankan program penghijauan sebagai pencegahan terhadap pemanasan global dengan cara menanam pohon di lahan-lahan kosong”.
Aku tersenyum dan berfikir. Aku menyimpulkan bahwa Balikpapan membuat daerahnya aman dari dampak negative yang di buat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Anadikan langkah ini di lakukan oleh seluruh dunia, tidaklah mustahil bahwa dunia akan menjadi seperti saat di ciptakan oleh Tuhan YME dulu.
Setelah perbincanganku dengan kakku, aku mencuci piring. Aku langsung menuju kamarku dan berbaring di ranjangku seraya berfikir.
“andai aku menjadi presiden Indonesia, aku akan mengubah Balikpapan menjadi ibu kota Negara Indonesia. Aku akan menjadikan Balikpapan sebagai ibu kota yang hijau. Dengan pohon-pohon besar yang rindang dan buahnya dapat di konsumsi masyarakat Balikpapan dengan cuma-cuma”, benakku.
Kamarku ini setengah berantakan. Aku sendiri terbaring dengan tatapan melayang. Aku mulai melihat gambar yang tertera dalam layar LCD laptopku. Aku teringat akan cita-citaku dulu. Aku ingin membuat tenaga listrik dari nuklir. Seketika itu juga aku dengan reflek berlari kearah laptopku dan membuka internet. Di situs Google aku mengetikan sebuah kalimat “Tenaga nuklir di Balikpapan”. Ku tekan tombol enter dan dalam sekejap muncul situs-situs yang memuat mengenai kalimat yang aku ketikkan. Mataku tetap melihat layar pada laptopku. Aku melihat satu persatu kata-kata yang terdapat dalam situs google. Aku tertarik dengan suatu argumentasi yang sangat membuatku tercengang yang berjudul “Kalimantan memiliki uranium”. Aku sangat terkejut ketika membaca artikel tersebut. Setelah ku baca dengan cermat aku dapat menyimpulkan bahwa uranium memang terdapat di Kalimantan tetapi belum di produksi karena SDM Indonesia masih jauh dari minimal. Jadi kesempatan untuk mengelolanya masih jauh dari target.
Aku berbaring lagi di kasurku yang empuk. Setelah beberapa lama merenung aku terlelap. Aku bermimpi melihat surga dimana hutan hijau, tol yang terhampar melalui hutan yang hijau dann tertata rapi, dan lampu yang berkelip-kelip dengan indahnya, aku berkeliling dengan mobil yang berjalan tanpa pengemudi. Kemudian aku merasa tertabrak sesuatu dan”brugh…” aku terjatuh dari ranjang. Ternyata semua ini hanyalah mimpi.
Hari ini terasa indah dan aku mendapatkan ide yang sangat cemerlang. Aku mandi dan memakai pakaian yang rapih. Aku melewati dapur. Tetapi aku merasa tidak lapar. Kemudian aku mengambil kunci mobil dan berjalan menuju bagasi belakang. Aku mulai mengendarai mobilku menuju gedung walikota. Aku memarkirkan mobilku di belakang gedung walikota. Aku menuju ke lobby dan mendatangi operator.
“Ada yang bisa saya bantu?”, tanya seorang operator wanita dengan senyuman.
“Iya, apa saya bisa bertemu dengan wakil wali kota?”, tanyaku tersenyum.
“Apa tuan sudah membuat janji dengan beliau?”, katanya menanyakan lagi.
“Belum, tetapi bilang saja saya orang yang dapat mengubah Balikpapan menjadi kota yang indah”, aku memperlihatkan wajah yang serius.
“tunggu sebentar tuan”, ujar operator wanita itu kemudian berbicara melalui telefon.
Aku menunggu dan terus menunggu. Sudah 2 jam aku menunggu dan akhirnya aku mendapat panggilan.
“Tuan…” operator melambai kearahku.
Aku berjalan kearahnya operator tersebut. Aku dipersilahkan masuk ke ruangan. Aku melihat seseorang yang ku kenal telah menungguku.
“Selamat siang…” wakil wali kota mengucapkan salam.\
“Selamat siang, maaf saya mengganggu anda”, ujarku.
“Tidak apa-apa. Ada keperluan apa anda datsng menemui saya?”
“Begini pak. Tujuan saya datang kemari karena saya memiliki inspirasi untuk memajukan kota Balikpapan ini”, jawabku sambil tersenyum.
“Dengan cara apa?”
“Saya ingin proyek ini dijalankan. Pertama pembuatan jalan tol layang yang menghubungkan Balikpapan – Kalimantan Barat, Kalimantan utara, dan Kalimantan Selatan. Tol ini dibuat di atas hutan Balikpapan. Dengan begini akan dapat dimanfaatkan juga sebagai tempat menyegarkan fikiran dengan melihat hutan yang hijau dari atas jalan layang. Kedua pembuatan hutan di setiap rumah warga. Jadi ini juga akan membantu dalam penghijauan yang dilakukan pemerintah. Dengan dijalankannya system ini rumah dan udara yang ada di Balikpapan akan menjadi sejuk dan dapat menarik wisatawan luar negri untuk datang ke Balikpapan. Dan yang terakhir ialah pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang uraniumnya kita ambil dari Kalimantan Barat dan sekitarnya. Pengangkutan ini akan menjadi cepat dengan dibangunnya jalan laying tol yang menghubungkan kota yang kaya uranium dengan Balikpapan. Tentu saja penambangan dilakukan dengan meminimalkan dampak kerusakan terhadap lingkungan”, kataku menjelaskan dengan sangat detail.
“Terima kasih atas masukan dari anda. Saya salut dengan pemikiran anda yang sangat cemerlang. Mungkin kedepannya Balikpapan akan menjadi kota yang sangat maju dan tetap bersih. Baik saya akan membahasnya dalam rapat minggu depan”, jawab wakil walikota.
Ternyata ideku ditanggapi dan proyek itu dikerjakan dalam waktu yang cukup singkat. Yaitu 20 tahun. Sekarang aku telah berumur 52 tahun dan aku mempunyai 2 anak. Aku telah berpisah dengan kakakku. Aku akhirnya dapat mewujudkan impianku selama ini. Balikpapan akhirnya menjadi kota yang kubayangkan dulu. Aku jadi semakin cinta dengan kota Balikpapan. Aku sangat bahagia melihat kota Balikpapan menjadi kota yang ramai tetapi tetap menjaga kelestarian alamnya.

oOo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: